Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Masyarakat Terdahulu Yang Jauh Dari Konsep Manusia Modern, Tak Memerlukan Journaling Dan Meditasi, Segala Yang Mereka Lakukan Sudah Meditatif. Kita Yang Sedari Kecil Dipasangkan Konsep Konsep Yang Tidak Cocok, Tidak Pas, dan Belum Tentu Benar. Sungguh Memerlukan Meditasi dan Journaling untuk Melepas dan Melerai Semua Yang Tidak Pas

  Wajah tulusnya , ia tinggal sendiri, satu satunya barang terbaik dan berharga untuknya di pondok bambu nya adalah baju sembahyang didalam lemari. Bagiku, segala hal termasuk base genep juga terbaik. Baju sembahyang ; tersusun rapi, bersih, putih, ia jaga sekalipun debu tak boleh hinggap, tak asal tempat tidur, tempat makan, tempat heningnya semua bersatu dengan ibu. Satu satunya dosa lingkungan nya hanya sabun cuci piring, segala air langit tak ia halangi dengan bubuk industri, baca ; semen. Ia kembalikan semua pada perut ibu Ia beri aku 1 jeruk, 1 manggis dan puluhan kesan manis. “Sudah makan?” “Belum, tapi dengan begini ku pastikan aku akan kenyang” ayo makan, dengan pepes umbut pisang, kelapa dan jantung pisang, tidak lupa nasi hangat, ia banggakan itu semua padaku. Aku……? Aku lahap menilap kebanggaan itu….. Di desa paling bersih di dunia ini, berkali mendapati beragam raya asal se es ar paman Sam yang aku membaca nya adalah desa terpolitik di negeri ini, aku serap dingin ai...

Meraba Qiblat

                                              Bali selatan selalu begitu                                             Suka sekali menepis damai                                             Memburu ramai                                             Merongrong dari jati diri sendiri     Pertama kali aku datang, anjing itu menggonggong mengaum ngaum, dihari kesekian, ia tersenyum, ia    telah hapal aroma dan wajahku. Disuatu sore, dibalik pagar ia keluarkan ...

Memetik pesan tuhan pada bicara makhluk nya, masih bagian ; Dewata

  Ada yang lahir, pun ada yang mati. Perjalanan terbang bermandi mentari dan langit biru nyaris tanpa awan, Ia bersih ia wangi ia biru. Proses menuju airport pun seolah lancar, begitu sampai jalan lurus terus “panggilan terakhir untuk penerbangan yang saya pilih” tanpa jeda tunggu lama, saya masuk dengan lancar, tuhan menyertai tuhan memberkati. Imbuh seru ku. Aku ditempatkan pada seat yang juga menenangkan, sebelah kiri berkebangsaan India atau Arab, aku tak begitu awas, sebelah kanan berkebangsaan asia, mungkin China. Terasa oleh ku saling beri ruang dan hormat diperjalanan kurang lebih nya 1 setengah jam ini. Sungguh aku seperti diingatkan oleh teori ini “kita menarik sesuatu mesti ada alasan dan pesan” disana ada wajah tuhan. Tak ada yang kebetulan tak ada yang berkesudahan.     Dewata ; sekian ini, aku siap menimbang segala yang belum aku mengerti, terpapar pada bahasa yang aku mati mati an harus adaptasi, begitu dalam bumi manusia mu tuhan, pun banyak yang aku harus...

Dewata ; Bagian Sanur

                Ibu yang asing di tanahnya sendiri               Bayam yang ia tanam bertumbuh duri               Rongrongan semilir angin angin bukit turun membelai lewat sela jerami               Sekat mana lagi yang harus kita peduli ?

Oh, tidak kah jari tangan yang kau anggap biasa saja ini adalah juga yang membuat teman ku tersungkur ?

         Plastik yang berisi jagung dan hasil bumi yang ku beli dipedagang pinggir jalan memang ku niatkan untuk ku berikan pada teman ku, ia merayakan pekerjaan baru nya hari ini, dengan sedikit mengutuki takdir karna ia ingin ditempatkan di kota besar, bukan di sini. Ia mengajak ku makan makan lalu setelah itu diakhir malam ku ajak ia menyesap americano pinggir jalan, cukup arabica dengan harga 15 ribu, setelah itu pertukaran pesan pun terjadi, bagaimana ia bercerita mengenai pertemuan nya pada atasan nya yang bermartabat, sehat dan tidak sesuka jidat. Bagaimana ia sebagai penyambung lidah pada ku, dari semua kebaikan atasan nya ia sebar secara cuma cuma, lalu, sakinah nya sampai, bibit bibit baik atasan nya menyebar tanpa beliau berniat menyebar, ada mulut mulut bersuka rela menjadi iklan atas yang hatinya direngguh perbuatan baik juga terhormat itu. Setiap pagi ia berangkat dengan sepeda, tepat jam nya, tak pernah meleset, anaknya 3, setengah delapan teng s...

Aku tetap karya tuhan, aku tetap lampu redup, tetap prague, tetap Osho, tetap Kafka, tetap Buda, aku tetap puisi ; Bagian sebelah selatan selat Makassar

      Aku melihat semua orang indah, mereka rambut berantak, mereka tanpa kamuflase, kulit legam nya, gigi patahnya, mata merahnya, rambut putih nya, keriput sudut mata nya, luka lututnya, pecah para telapaknya, kuku hitam nya, mereka semua indah. Dibalik bundar mata hitam ada tumpukan buku yang mereka libas dijutaan malam, tergambar pada kedalaman pemilihan kata ketika berbicara, dibalik tajam sejahtera tatap nya ada ribuan konflik yang ia lerai tergambar pada selalu ia dahulukan senyuman dari kekesalan tiap kali berbeda pendapat, dibalik tenang damai senyum tergambar dari lubuk sanubari hati jiwa pikiran dan senyuman, terbangun dari meditasi zikir dan menyendiri rutin yang tidak hadir hanya dalam semalam seminggu sebulan setahun. Ketika aku memilih melihat yang tidak terlihat, tuhan menunjukan.     Agustus 2025 salah satu pesan nya ku semai pada perjumpaan keluarga baru ku, ia sebuah pulau sebelah selatan selat Makassar, pulau yang begitu saja aku temukan, den...

Aku tuhan, aku ingin berjalan dengan kaos dan rok ku, tak beralas kaki tak merias diri. Aku tuhan berjalan dengan martabat

       Mimpi yang ini umurnya sudah 3 tahun, selama 3 tahun pula ia ku genggam, kadang, malam malam tertentu mimpi ku yang ini memanggil, katanya ; “lihat Cyn, aku masih di sini” ia tak pernah lari, ia mengikuti di belakang, selama itu pula tak ada momen ku beri perhatian lebih untuk mimpi ku yang satu ini. Tapi ternyata rencana tuhan lain, di 3 tahun ini aku diberi tapak tapak modal agar pantas mengenyam satu mimpi itu, aku didekatkan sepenuhnya pada ruang yang hanya peduli apa yang kita katakan dan pikirkan, alih alih apa yang kita kenakan, ruang tempat isi kepala bertengkar dan tetap saling topang, ruang yang juga membuat sadar, jika kita semua anica, dari sana membagi hanya yang baik baik muncul, kita tak punya waktu banyak, para kita manusia ini tak punya waktu banyak, kita pergi dan datang sendiri sendiri, dan akan sangat merugikan jika diwaktu tersebut kita menyinggahkan yang buruk. Di kehidupan kali ini, juga harus selesai kali ini.     Jam menunjuk...

Teh hijau dari Bang J warga Singapore kebangsaan India dan lancar berbahasa Indonesia ; Bagian Singapore

      Langkah ku diberi tuhan sampai pada negara seberang, setelah yang lalu hanya untuk transit, hari itu berkesempatan berkeseharian didalam nya, tinggi ku selalu muncul di kota kota besar, tapi ternyata kota besar yang terarah membentuk ku jika manusia lain punya hak ruang aman lain, tinggi ku luruh dengan penerimaan. Meroko ditempat tertentu, tidak nyebrang jalan sembarangan, buang sampah dan tidak meludah sembarang, dan segala hal yang terlihat merepotkan diri sendiri tetapi menjaga ruang aman orang lain, dan satu lagi, angkutan umum, aku begitu selalu tergila gila dengan angkutan umum yang betul betul umum, itu artinya ada sebuah lembaga lain yang lebih tinggi betul betul mendengarkan dan menyediakan hal baik untuk warga nya. Berapa banyak motor, mobil yang tidak perlu dapat diminimalisir dengan adanya angkutan umum yang mumpuni ini, berapa banyak bahan bakar yang bisa kita hemat, jatuh cintaku pada angkutan umum pertama kali terjadi di Jepang, bagaimana aku sebagai...

Kelimutu, Lio dan pertemuan pertama vegetasi ; Bagian Ende

       Naif dan belum mau apa apa. Sifat sikap belasan tahun ku ketika aku memulai semua boleh berjalan sesuai instinc, aku seolah selalu menerima apapun yang diberi semesta, aku hanya menjalani tanpa nafsu nafsu, hasrat hasrat, tanpa list kepemilikan. Hari itu keluarga yang kami tumpangi mengajak berkendara jauh, katanya “danau 3 warna gy, kau akan melihat monyet ekor panjang” “tak melihat juga tidak papa bang” sambil aku meneguk kopi yang disiapkan sedari pagi, live a life, merasuki pori pori dan sampai bersemayam dihati, berkendara lah kami ber 4 dengan 2 motor dan 2 helm, disini keselamatan artinya bumi dipijak langit dijunjung, disini keselamatan artinya kau perlakukan semua makhluk sama tanpa raja tanpa tahta, disini bentuk keselamatan juga menuang menimbang apa yang kau keluarkan dari mulut, disini, helm bukan bentuk keselamatan.     Berjam jam lama nya kelok naik turun jurang ciptaan tuhan membius panas ku, matahari sejengkal itu nikmat terasa, sudu...

Kabar duka seorang penyair ; Cok Sawitri

  https://www.instagram.com/reel/CwmsJjvy-Rz/?igsh=bWQ0a3g0N3lkYnZw     Sang gunung menyerahkan jejaknya ke laut. Sebuah pertunjukan yang bisa kau sebut pameran, exibhition, sebuah jembatan penyampaian jika apa apa yang dari hulu akan berakhir di hilir, apa apa yang dari gunung akan berakhir di laut, apa apa yang dari hutan, turut berdampak pada laut. Mari kita bahas secara holistik dengan bahasa yang mudah kita pahami, sebuah bentang alam berawal dari gunung, ia lebih tinggi dari laut, semua kegiatan diatas gunung berdampak pada laut, itu artinya juga berdampak pada setiap jengkal sebelum sampai laut ; sungai. Masalah besarnya sebelum menjaga laut, dan apa apa yang terlalui sebelum laut, perkuatan pion semua sudut harus terlebih dulu terjadi di gunung, mungkin ia, mereka juga harus terjadi di laut dan apa apa yang melalui nya, tapi, awalnya harus gunung. Gunung melingkupi juga hutan, juga curug, juga air terjun, juga terkadang danau, juga masyarakat, juga penduduk, juga ...

Ber-ulang juga artinya pelan - pelan dan berjalan jauh ; bagian Andalas. Ujung selatan sampai utara nya

    Hadir utuh sadar penuh lahir ketika perenungan suatu pulau di “Lombok” 2021 lalu, disana, hanya aku, pulau, warga lokal dan proses perjalanan. Ditengah dunia yang sakit, covid pada waktu itu. Ku tantang diri berlama - lama jauh dari penyakit. Benar saja, sebanyak 2 tahun covid menyambangi, tak jua aku kena, selain kaki dan punggung pegal karna carrier, tak pernah ada sakit yang berarti. Tak ku kurung diri seperti pinta menkes. Aku buat standar ku sendiri.     Lalu hadir utuh sadar penuh berlanjut dikenalkan nya aku pada meditasi yang pertama, ia terjadi di pantai berpasir hitam. Di Bali. Segala tuntut dunia yang tak ku ingini bergeser begitu saja. Aku. Ku buat sendiri dunia ku. Tak berapa lama, hanya 2 kali pekan, ku lanjutkan pada perjalanan 5 hari menuju Sumatra, Andalas perenungan aku menyebutnya, perjalanan yang ku bidik ialah perjalanan khidmat terakhir sebelum menyelesaikan yang lain. Setelah itu tetap terjadi teras teras perenungan, tidak dengan waktu lama...

Lebih baik yang lebih lagi

   Setelah ibadah pagi mengeluarkan semua isi yang ku lumat kemarin malam, kopi, bakso dan puisi. Aku, sembari mendahulukan menyesap puisi pagi, rasanya tidak pernah senikmat ini, senyum lalu terpejam mendominasi cangkang tubuh pagi, puisi di kepala sebentar menggeser gusar yang menyeruak tanpa ampun beberapa gurun ku. Jam 3 aku terbangun, ada yang mematikan lampu, ia tuhan ku, katanya bangun….. ingin ku tunjukan cahaya katanya, tak ku turuti pinta nya, aku tetap bangun mengganti obat nyamuk, kembali tidur lagi, kembali membohongi diri.   Pagi ini tak ku turuti standar ngaung nya masyarakat, tak ku urusi kasur berantak, lantai berserak, ku biarkan, sudah ku janjikan dihadapan matahari dan buah persik seharga dua ribuan, aku buat standar ku sendiri, aku menjadi pelayan tuhan lewat tulisan dan nyanyian. Hahahahaha, alam bawah sadar ku tertawa, tak pernah beruntung nanti suami mu, tak kau urusi setiap pagi, ia bersihkan kasurnya sendiri, buat kopi nya sendiri dan sarapan i...

Potensi mahir menulis, mebaca, melukis dan berpidato mu juga menyelamatkan mu

      Ada yang salah dengan ku, aku tidak lagi menangis karna ibu didepan minimarket yang tangan kanan nya mengipasi anak dan tangan kirinya menengadah berharap pundi. Ada yang salah dengan ku, aku tidak lagi tersenyum pada sengat matahari, aku memilih berlindung dari nya, ada yang salah denganku, aku kesal mendung dan hujan deras, rencana ku kacau kataku, aku tidak lagi menantang badai dengan tawa dan menghadapi guyur dibawah langitnya. Ada yang salah dengan ku, aku tidak lagi tersenyum melihat wajah jujur anak perempuan dan instinc pemburu anak lelaki yang sedang kejar kejaran, aku tak melihat lagi itu sesuatu. Aku tak lagi jatuh cinta pada tulus mahasiswa yang rentan kurang tapi hati nya kaya menentang ketidak adilan pelosok, aku abai, aku ramai, apa sudah yang kumasukan ke diriku sampai jujurku memundur.     Pagi hari dengan harap baru, bangun ku selalu lebih petang dari hangat energi alam semesta, dimulai dengan mendoakan diri dan untuk mereka yang tersayan...

Tak ada penulis perempuan, para perempuan sibuk berburu dan meramu

  Perempuan   itu jika punya mimpi berarti egois, jika mimpinya membuat nya keluar rumah iya durhaka. Perempuan itu, jika pagi hari nya mendahulukan menyesap matahari, dari pada membuat kopi untuk suami, berarti ia salah. Perempuan boleh sekolah tapi cuci piring dulu setiap pagi, tak guna mengulang materi, tak perlu tau dalam dalam tut wuri handayani. Perempuan itu selama nya dipilihkan “jangan kesana sayang, itu membahayakan” suara manis ayah nya pun kekasihnya, mengungkung laju harap ingin tau nya.  Tetap di ruang kotak kamar kamu yang aman ya “nanti kamu merawat seluruh keluarga” dan jangan lupa juga rawat diri mu, jika anak mu perempuan jangan lupa ajarkan jika pilihan keluar rumah nya hanya ketika ia menikah, selain itu tak berkenan. Inggid merasa menyebrang terberat nya ialah menyebrang sungai brantas di umur nya yang lima, dekade depan kemudian ia mulai menyusuri karma karma orang dewasa nya, Inggid masuk sekolah favorit di kota nya tanpa sulit, pelajaran sekolah n...

Pemerintahan itu berjenis kelamin laki laki

  Tidak ada sebab isi dan judul tersebut sama, tidak ada hubungan nya, tidak kamu temukan kenapa tambang nikel ikut ikutan aku renggut disini, pada pagi mendung hari raya kaum satu, dibuka nya kembali berita yang ia harap dengungnya baik, para pembela satu pelayan tuhan menentang satu lagi kepunyaan tuhan diujung timor, surga yang juga punya tuhan. Tapi uang masuknya bayar ke manusia. Pagi mendung tadi juga ditemukan suatu kabar, kabar para perkumpulan perempuan yang membuka ruang, satu yang lain saling berbicara saling mendengar, akrab ada tangis, gamang ada tawa, di dunia, maksud nya di negara yang harus jutaan kali lebih rajin para perempuan nya bangun lebih pagi karna harus grounding menyentuhkan kulit telapak kaki pada tanah ibu bumi, jika tidak emosi nya tidak stabil, pasangan nya, anaknya, saudara nya jadi sasaran samsak emosi, berkurang nilai mu satu hai perempuan, jika itu terjadi, harus sempurna kata satu sosial ber media dikte mu. Lalu siangan sedikit, olah raga jangan l...
  Jalan idealis barang mewah dan unik disebut digenerasi sekarang, tapi mengungkung diri dalam kekangan pemikiran sendiri membawa kalah, berbeda dengan idealis, bagaimana menjadi sejahtera dengan takaran dan ukuran yang disepakati bersama oleh kepala, hati, jiwa pikiran dan orang tersayang menjadi garisnya. Didunia yang bahan bakar terkadang jahat terkadang baik memang selalu abu, kebaikan absoulut adalah milik mereka yang merangkul seluruh lapisan dengan pandangan kasih, dengan pandangan sayang. Fight in silence juga berarti mengolah sampah mu restorasi selokan mu, teduh nya jiwa mu, lalu sekitar meniru, tanpa tunjuk tunjuk tanpa kutuk kutuk. 50, 60, jika beruntung 70 tahun lagi oksigen menyesapi paru paru (ku). Di depan sana mungkin akan sedikit langka, bagian warna biru langit dan laut, barang mewah juga termasuk hening, senyap, menengok kedalam diri sedalam dalam nya seliar liarnya.   1 porsi Mie ayam 15 ribu dan segelas air hangat

Rini Mei dan angin Takisung

  Kadang kita bertiga anak kecil naif yang berjalan di kubang lumpur kesalahan dan tidak sadar, kadang nyaring tangisan lebih sering kami bagi dari tawa itu sendiri, salah pijak langkah nya Rini, Mei dan tentu aku, membawa kami ke ruang yang sama, ruang yang boleh jadi apapun bahkan tukang salah sekalipun, setelah itu kami rayakan di coffeeshop atau toko kue untuk saling bilang “hey, aku hidup”. Di 8 tahun terakhir ini, selain kiriman video yang lewat, saling memberi tanda suka menjadi cukup karna masing kami harus mulai mengisi perut sendiri. Benar saja, kegiatan mengisi perut mengantarkan Rini pada rumah baru nga, dan Mei pada gelar pendidikan kedua nya. Ini gila, bagaimana jalan sepanjang itu, sedikit demi sedikit mereka gapai ditengah beling kaca telapak kaki nya, bagaimana bisa tidak tidur tiap malam dan bangun tiap pagi, bertahun mereka lakukan. Sudah 8 taun lama nya, kami masih sering bertanya “what if” bagaimana jika dibelakang aku berlaku seperti ini ya? Bagaimana jika aku...

Mereka mereka yang semangat melerai yang salah terhadap masa lalu juga adalah mereka yang semangat tidak “dengan sengaja” menambah yang salah terhadap masa kini

      Tidak lama, juga tahun ini aku bertemu dengan seorang yang perjalanan spiritualnya terlihat dipermukaan, terlihat hanya dengan sekali lihat saja. Lalu jelas aku setujui, berspiritual bisa jadi berbeda dengan beragama, tapi juga menjadi tidak masalah disatukan, tidak perlu dicari juga mana yang lebih benar. Bagaimana ia terlihat cukup tanpa menambahkan tambahan tambahan yang malah mengobrak abrik magis kata cukup itu sendiri, kalimat yang juga pun masih kocar kacir aku mempraktik an nya, terlalu tidak percaya nya pada diri sendiri, mengkamuflase diri dalam lapisan lapisan, layer layer, atmospher atmospher yang kita buat sendiri, seolah lapisan tersebut menjadi penyelamat atas mentah nya diri yang kita anggap tidak cukup. Rumit..….. Tidak. Maksud ku setelah 1 video yang ku saksikan tadi, 1 video bagaimana masing masing orang menjaga milik tuhan, ada yang dengan tangan, ada yang dengan tulisan, ada yang dengan turun kaki, ada yang dengan korporasi. Lalu 1 orang y...

Selain segelas kopi. Ruang kumuh juga membuat mu penuh.

            Ruang hidup ku yang ku kutuk karna terlalu panas, terlalu banyak cahaya matahari masuk, terlalu lelah dibersihkan. Menyita banyak waktu. Merenggut banyak hari. Dipatahkan dengan kunjungan ku ke kediaman ibu ini. Kasur yang beliau duduki salah satu tempat aman nya, semoga juga nyaman, sambil memutar ayat suci alquran di pengeras suara, harap harap nya bisa ku rasakan sebelum semakin jauh aku masuk kerumah nya. Perasaan apa ini?                Percayalah, jika kita menganggap hati kita penuh hanya jika sudah tercapai nya mimpi mimpi kita, hati kita penuh hanya jika sudah memuncak karir kita. Atau. Hati kita penuh setelah berhasil menikah, tidak hanya itu, manusia manusia di gang gang kumuh yang perlu uang kopi mu dapat menukar nya. 

Nus ?

Bertahun Nus, sudah bertahun ternyata ia tak kembali dekat dengan angin angin Selatan ia suka mengadu pada Nus, kepanjangan dari Neptunus, yang ia kutip dari novel perahu kertas yang ia lahap ketika dasar, entah tuhan nya entah teman nya, Neptunus dinovel perahu kertas tak pernah menilai cerita aduannya, ia nyaman. tak kembali dekat dengan angin selatan lalu memilih membela yang dibenari sekeliling nya, tapi ia sendiri ragukan, ia sadar semakin ini jauh semakin jauh pula pada jalan sejati nya, jawaban nya ada didalam diri, tidak dikini tidak dilini. Nus, ucapnya lagi, membentuk ekosistem pepohonan bukan langsung menanam pohon, ia membiarkan rumput, lalu tumbuh belukar, mendatangkan kupu, kumbang, serangga, semut, burung, belalang, lalu burung lagi, lalu siburung membawa bebijian, menjatuhkan seberapa lalu menjadi bibit, bibit jadi pohon. Menyemai Nus, proses.  Mereka tidak tau apa yang dijalani diluar  ialah kehidupan berbasis kehancuran, mereka tidak tau, termasuk aku.