Langsung ke konten utama

Postingan

      Pula, aku terima sambil tersenyum, sambil terenyuh, sambil tersungkur. Ungkapan gemah ripah loh jinawi sekarang hanya suduran. Gemah ripah loh jinawi dimuseumkan, hanya kekal pada kepala kepala Belanda. Hijau hari ini artinya busuk, biru hari ini bukan laut, ia takut. Tuhan, tangan mu buntung di bumi pertiwi, diganti nafas nafas gantung “Nus….. aku kesini untuk belajar, bukan jatuh cinta. Di negeri-mu, kau suka pilih esok apa yang mau kau kenakan. Syal warna apa untuk musim dingin mu, sepatu apa untuk musim panas mu. Di negeriku Nus….. ku lahap 1 buku sehari pun tak selesaikan soal, para manusia, para remaja seumur aku harus merupa nabi, sekali lagi Nus, aku disini bukan untuk jatuh cinta, bukan untuk membersamai agenda belanja menu masak harian mu…..”      Mada kembali pada solusi nihil nya, run off dimana mana, bukti hujan tak mengalir begitu saja pada saluran saluran, bukti hujan tak ditelan tanah hutan. Ia terhalang cor cor an. Mada memulai dengan...
Postingan terbaru

Masyarakat Terdahulu Yang Jauh Dari Konsep Manusia Modern, Tak Memerlukan Journaling Dan Meditasi, Segala Yang Mereka Lakukan Sudah Meditatif. Kita Yang Sedari Kecil Dipasangkan Konsep Konsep Yang Tidak Cocok, Tidak Pas, dan Belum Tentu Benar. Sungguh Memerlukan Meditasi dan Journaling untuk Melepas dan Melerai Semua Yang Tidak Pas

  Wajah tulusnya , ia tinggal sendiri, satu satunya barang terbaik dan berharga untuknya di pondok bambu nya adalah baju sembahyang didalam lemari. Bagiku, segala hal termasuk base genep juga terbaik. Baju sembahyang ; tersusun rapi, bersih, putih, ia jaga sekalipun debu tak boleh hinggap, tak asal tempat tidur, tempat makan, tempat heningnya semua bersatu dengan ibu. Satu satunya dosa lingkungan nya hanya sabun cuci piring, segala air langit tak ia halangi dengan bubuk industri, baca ; semen. Ia kembalikan semua pada perut ibu Ia beri aku 1 jeruk, 1 manggis dan puluhan kesan manis. “Sudah makan?” “Belum, tapi dengan begini ku pastikan aku akan kenyang” ayo makan, dengan pepes umbut pisang, kelapa dan jantung pisang, tidak lupa nasi hangat, ia banggakan itu semua padaku. Aku……? Aku lahap menilap kebanggaan itu….. Di desa paling bersih di dunia ini, berkali mendapati beragam raya asal se es ar paman Sam yang aku membaca nya adalah desa terpolitik di negeri ini, aku serap dingin ai...

Meraba Qiblat

                                              Bali selatan selalu begitu                                             Suka sekali menepis damai                                             Memburu ramai                                             Merongrong dari jati diri sendiri     Pertama kali aku datang, anjing itu menggonggong mengaum ngaum, dihari kesekian, ia tersenyum, ia    telah hapal aroma dan wajahku. Disuatu sore, dibalik pagar ia keluarkan ...

Memetik pesan tuhan pada bicara makhluk nya, masih bagian ; Dewata

  Ada yang lahir, pun ada yang mati. Perjalanan terbang bermandi mentari dan langit biru nyaris tanpa awan, Ia bersih ia wangi ia biru. Proses menuju airport pun seolah lancar, begitu sampai jalan lurus terus “panggilan terakhir untuk penerbangan yang saya pilih” tanpa jeda tunggu lama, saya masuk dengan lancar, tuhan menyertai tuhan memberkati. Imbuh seru ku. Aku ditempatkan pada seat yang juga menenangkan, sebelah kiri berkebangsaan India atau Arab, aku tak begitu awas, sebelah kanan berkebangsaan asia, mungkin China. Terasa oleh ku saling beri ruang dan hormat diperjalanan kurang lebih nya 1 setengah jam ini. Sungguh aku seperti diingatkan oleh teori ini “kita menarik sesuatu mesti ada alasan dan pesan” disana ada wajah tuhan. Tak ada yang kebetulan tak ada yang berkesudahan.     Dewata ; sekian ini, aku siap menimbang segala yang belum aku mengerti, terpapar pada bahasa yang aku mati mati an harus adaptasi, begitu dalam bumi manusia mu tuhan, pun banyak yang aku harus...

Dewata ; Bagian Sanur

                Ibu yang asing di tanahnya sendiri               Bayam yang ia tanam bertumbuh duri               Rongrongan semilir angin angin bukit turun membelai lewat sela jerami               Sekat mana lagi yang harus kita peduli ?

Oh, tidak kah jari tangan yang kau anggap biasa saja ini adalah juga yang membuat teman ku tersungkur ?

         Plastik yang berisi jagung dan hasil bumi yang ku beli dipedagang pinggir jalan memang ku niatkan untuk ku berikan pada teman ku, ia merayakan pekerjaan baru nya hari ini, dengan sedikit mengutuki takdir karna ia ingin ditempatkan di kota besar, bukan di sini. Ia mengajak ku makan makan lalu setelah itu diakhir malam ku ajak ia menyesap americano pinggir jalan, cukup arabica dengan harga 15 ribu, setelah itu pertukaran pesan pun terjadi, bagaimana ia bercerita mengenai pertemuan nya pada atasan nya yang bermartabat, sehat dan tidak sesuka jidat. Bagaimana ia sebagai penyambung lidah pada ku, dari semua kebaikan atasan nya ia sebar secara cuma cuma, lalu, sakinah nya sampai, bibit bibit baik atasan nya menyebar tanpa beliau berniat menyebar, ada mulut mulut bersuka rela menjadi iklan atas yang hatinya direngguh perbuatan baik juga terhormat itu. Setiap pagi ia berangkat dengan sepeda, tepat jam nya, tak pernah meleset, anaknya 3, setengah delapan teng s...

Aku tetap karya tuhan, aku tetap lampu redup, tetap prague, tetap Osho, tetap Kafka, tetap Buda, aku tetap puisi ; Bagian sebelah selatan selat Makassar

      Aku melihat semua orang indah, mereka rambut berantak, mereka tanpa kamuflase, kulit legam nya, gigi patahnya, mata merahnya, rambut putih nya, keriput sudut mata nya, luka lututnya, pecah para telapaknya, kuku hitam nya, mereka semua indah. Dibalik bundar mata hitam ada tumpukan buku yang mereka libas dijutaan malam, tergambar pada kedalaman pemilihan kata ketika berbicara, dibalik tajam sejahtera tatap nya ada ribuan konflik yang ia lerai tergambar pada selalu ia dahulukan senyuman dari kekesalan tiap kali berbeda pendapat, dibalik tenang damai senyum tergambar dari lubuk sanubari hati jiwa pikiran dan senyuman, terbangun dari meditasi zikir dan menyendiri rutin yang tidak hadir hanya dalam semalam seminggu sebulan setahun. Ketika aku memilih melihat yang tidak terlihat, tuhan menunjukan.     Agustus 2025 salah satu pesan nya ku semai pada perjumpaan keluarga baru ku, ia sebuah pulau sebelah selatan selat Makassar, pulau yang begitu saja aku temukan, den...

Aku tuhan, aku ingin berjalan dengan kaos dan rok ku, tak beralas kaki tak merias diri. Aku tuhan berjalan dengan martabat

       Mimpi yang ini umurnya sudah 3 tahun, selama 3 tahun pula ia ku genggam, kadang, malam malam tertentu mimpi ku yang ini memanggil, katanya ; “lihat Cyn, aku masih di sini” ia tak pernah lari, ia mengikuti di belakang, selama itu pula tak ada momen ku beri perhatian lebih untuk mimpi ku yang satu ini. Tapi ternyata rencana tuhan lain, di 3 tahun ini aku diberi tapak tapak modal agar pantas mengenyam satu mimpi itu, aku didekatkan sepenuhnya pada ruang yang hanya peduli apa yang kita katakan dan pikirkan, alih alih apa yang kita kenakan, ruang tempat isi kepala bertengkar dan tetap saling topang, ruang yang juga membuat sadar, jika kita semua anica, dari sana membagi hanya yang baik baik muncul, kita tak punya waktu banyak, para kita manusia ini tak punya waktu banyak, kita pergi dan datang sendiri sendiri, dan akan sangat merugikan jika diwaktu tersebut kita menyinggahkan yang buruk. Di kehidupan kali ini, juga harus selesai kali ini.     Jam menunjuk...

Teh hijau dari Bang J warga Singapore kebangsaan India dan lancar berbahasa Indonesia ; Bagian Singapore

      Langkah ku diberi tuhan sampai pada negara seberang, setelah yang lalu hanya untuk transit, hari itu berkesempatan berkeseharian didalam nya, tinggi ku selalu muncul di kota kota besar, tapi ternyata kota besar yang terarah membentuk ku jika manusia lain punya hak ruang aman lain, tinggi ku luruh dengan penerimaan. Meroko ditempat tertentu, tidak nyebrang jalan sembarangan, buang sampah dan tidak meludah sembarang, dan segala hal yang terlihat merepotkan diri sendiri tetapi menjaga ruang aman orang lain, dan satu lagi, angkutan umum, aku begitu selalu tergila gila dengan angkutan umum yang betul betul umum, itu artinya ada sebuah lembaga lain yang lebih tinggi betul betul mendengarkan dan menyediakan hal baik untuk warga nya. Berapa banyak motor, mobil yang tidak perlu dapat diminimalisir dengan adanya angkutan umum yang mumpuni ini, berapa banyak bahan bakar yang bisa kita hemat, jatuh cintaku pada angkutan umum pertama kali terjadi di Jepang, bagaimana aku sebagai...