Oh, tidak kah jari tangan yang kau anggap biasa saja ini adalah juga yang membuat teman ku tersungkur ?
Plastik yang berisi jagung dan hasil bumi yang ku beli dipedagang pinggir jalan memang ku niatkan untuk ku berikan pada teman ku, ia merayakan pekerjaan baru nya hari ini, dengan sedikit mengutuki takdir karna ia ingin ditempatkan di kota besar, bukan di sini. Ia mengajak ku makan makan lalu setelah itu diakhir malam ku ajak ia menyesap americano pinggir jalan, cukup arabica dengan harga 15 ribu, setelah itu pertukaran pesan pun terjadi, bagaimana ia bercerita mengenai pertemuan nya pada atasan nya yang bermartabat, sehat dan tidak sesuka jidat. Bagaimana ia sebagai penyambung lidah pada ku, dari semua kebaikan atasan nya ia sebar secara cuma cuma, lalu, sakinah nya sampai, bibit bibit baik atasan nya menyebar tanpa beliau berniat menyebar, ada mulut mulut bersuka rela menjadi iklan atas yang hatinya direngguh perbuatan baik juga terhormat itu. Setiap pagi ia berangkat dengan sepeda, tepat jam nya, tak pernah meleset, anaknya 3, setengah delapan teng s...