Langsung ke konten utama

Postingan

Project Abraxas Abstract

Tulisan ini untuk memudahkan Ganes reapplay ke karya nya ! Ende  Semua perjalanan extreme di awali dengan perjalanan menuju Ende, Flores, NTT, niat awal hanya akan ke Labuan Bajo untuk menginjak pulau padar dan melihat langsung komodo, tapi karna ketiadaan kapal kami harus menunggu 3-4 hari di pelabuhan tanjung perak untuk menunggu kapal ke Labuan Bajo, merasa sudah terlalu lama dan perjalanan tetap harus tegak lurus ke niat awal, akhirnya saat itu kami nekat menaiki kapal apapun bertujuan Flores, di dapatlah kapal tujuan Ende, tanpa pikir panjang, tanpa tau Ende itu apa, tanpa ada relasi di Ende, mimpi kami menginjak pulau padar dan melihat komodo lebih dari itu, perjalanan termurah termashyur dan terberani jika di ingat ingat saat ini semangat masa aktif perjalanan Ende sepertinya berlaku seumur hidup, perasaan magis perjalanan saat itu pun masih bisa di rasakan saat ini di sekarang ini.  150 ribu 1 orang kami sudah bisa berlayar dari surabaya ke tengah tengah pulau Flores, ...

Tranplantasi Karang di Karimun Jawa

Closing statement dari Agus Harianto teman Semarang ku malam hari itu menyadarkan jika kebersamaan dengan teman baru selama 8 hari itu akan segera berakhir, kesombongan merasa akan terus bersama di patahkan keadaan, di sadarkan posisi duduk teman ku ini yang mengambil posisi duduk di sebelah ku, “terimakasih ya ka benar benar membuka pandangan” begitu tidak salah aku menangkap 1 kalimat manis yang ingin sekali ku balas jika aku yang berterimakasih, pribadi pribadi kalian sedikit banyak aku terapkan. Kalimat kalimat “senang kenal kamu” “senang bertemu kamu” “sampai jumpa lagi” “kabari jika mampir ke kota ku” seolah benar benar berarti di sampaikan dan sangat baik di terima telinga, bukan hanya kalimat formalitas penutup pertemuan.  Seperti yang sudah sudah, pertemuan pertemuan selalu membawa penerapan penerapan baru di hidupku, kali ini berasal dari manusia manusia Univeritas Diponegoro, 1 dari Brawijaya, 2 universitas Pangkalanbun Kalimantan, dan 2 lagi mahasiswa Sinjay Sulawesi, 8...

Banjarmasin sejauh ini (2023)

     Seperti Banjarmasin Banjarmasin sebelumnya, Banjarmasin kali ini masih banyak hingar dan bingar yang tidak masuk rencana, pertahanan diri yang tinggi, mawas dan keberanian menolak, menjadi hal hal yang marak di bicarakan otak ku akhir akhir ini, tanpa 3 hal itu, rencana dan target target mustahil terjalankan.    Salah satu teman di Jogja berkata, “apa rasanya ya tidak punya teman, bagaimana lega dan enaknya tidak perlu menolak, minim distraksi” target tetap di jalannya, rencana tetap di jalurnya, sebuah sudut pandang baru dari seorang yang banyak teman.    Seperti keyakinan, prinsip pun berubah rubah, tergantung dengan siapa dan apa para manusia menghabiskan waktu, untuk itu sering ku dekatkan diri ke perpustakaan pal 6, kadang jika sedikit perlu oksigen ketimbang pendingin ruangan, ku belokan kendaraan ku ke perpustakaan taman kamboja, atau….. jika sedang ada kelas atau teman berkeperluan di lingkungan kampus, ku singgahi positif coffee milik tem...

Maybe, sex so distraction

   Mungkin itu alasannya kenapa beberapa tokoh dunia seperti Isac newton tidak benar benar melakukan kegiatan ini, dan saya dengar actor yang memerankan tokoh pastor harus puasa sex selama beberapa bulan, untuk mendalami perannya sebagai seorang pastor, dan bukti sex sangat bersifat distraksi bagi sebagian orang di perkuat ketika lagi lagi saya di perjalanan Memahami andalas, ada satu tokoh penting yang saya temui di Mentawai, yang memiliki pantangan salah satu nya tidak berhubungan sex, alasannya pun tidak saya tanyakan, bukti bukti ini kemudian saya kumpulkan dan jadilah tulisan ini, mari kita pandang dari sudut pandang luas, sudut pandang yang tidak tabu karna memang bagi saya menarik untuk di tulis.    Kenapa tokoh penting di masyarakat maupun dunia yang memiliki kompetensi dan harus fokus dengan hal hal yang mereka kerjakan memiliki pantangan yang sama, mungkin tidak semua, dan bisa saja kebetulan, tetapi kebetulan yang sangat sama,      Makin kes...

Karimun Jawa my middle name

  Sepertinya  setiap kali ke kota ini ceritanya tidak pernah sama, kali ini dalam rangka birthday gift from me to me di aw ali road trip dengan motor dari semarang ke karimun jawa, karna menunggu bis berjam jam di terminal terboyo tidak ada yang berangkat, akal liar di tambah suara suara di kepala mendominasi obrolan malam ini , “ROAD TRIP ROAD TRIP ROAD TRIP”, dengan mental yang sudah terisi penuh aku mencari siapa yang bisa melepas motornya malam ini untuk dibawa ke jepara, singkat cerita berhasil bertransaksi dengan satu sewaan motor di semarang, dengan seg u nung kepercayaan diri berbekal goegle maps aku mengunjungi perempuan yang ku sebut sponsor journey Semarang bernama Dhea, pertama kali ngobrol panjang lebar dan tidak tidur sampai jam mengharuskan lanjut perjalanan, Dhea lari dari kota kami, lari dari hal hal yang memang seharusnya di tinggalkan begitu saja, lalu membuat cerita baru di hidupnya, kasus dan keresahannya tidak jauh berbeda dari ku, bedanya aku tidak bisa ...

Enak banget ngelamun di Ubud

   Jiwa ku termakani oleh joe si bule hippie yang baik hati, mempunyai empati yang menular, belum lagi di lengkapi dengan mba deasy wanita yang punya mood paling bagus, 1 hari di kelilingi orang orang ini berhasil membawa suasana jiwa ku ke tingkat tertinggi.    Di mulai dari sunrise di ujung pantai pering, menghidupkan dupa, menyeduh teh, mendengarkan ombak detik perdetik, di luar dari anggapan orang mengenai agama apa? Ritual apa? Ini sesat? Tak bertuhan? Aku tidak peduli, jiwa ku tenang aku tidak lagi di kendalikan emosi, emosi sedih maupun bahagia, aku cukup, playlist bukan lagi yang pertama di putar, 1 hari terbaik tidak berlebihan jika aku namai hari itu.    Sore hari kami lanjutkan ke pantai yang tidak tau namanya, berjam jam memainkan ukulele joe, sambil memantau mba deasy di ujung sana sedang tidur di bawah bulan.    1 hari sebelum purnama di pantai paling utara Bali, kami bertiga menari di bawah bulan, sebelum itu kita berdiam diri mengh...

I got more than surfing scar and beautiful sunburn

 Selain sudah mendapatkan luka lebam surfing dan sunburn parah tapi tetap cute, saya juga sudah mendapatkan jika ternyata tenang di tambah praying adalah 2 combo pemecah masalah no 1.    Selalu bertemu tidak sengaja dengan perempuan ini   https://instagram.com/srisumarnis?utm_medium=copy_link  tidak pernah berencana untuk bertemu karna mungkin kita berdua sadar manusia adalah pembuat rencana yang buruk, karna tujuan yang sama kami berkesempatan sedikit explore lombok tengah sampai lombok timur, di bagian ini terbentuk sunburn di punggung, bekas bekas fisik dari traveling selalu saya banggakan dan abadikan di galeri, sebelum ini di pantai selong belanak lombok tengah saya mendapatkan lebam di paha karna surfing.    Seperti biasa konsep yang saya usung jangan berencana dan jangan menolak apa yang datang, di pertemukan dengan sponsor journey bernama Reza  https://instagram.com/rezahdytll?utm_medium=copy_link   yang di kenalkan oleh teman b...

my relationship between forestry and wild life

Di  tengah 13 derajat celcius suhu dieng di bawah shower air panas dan di bersamai playlist   https://open.spotify.com/playlist/78ryMTKUzx0ETbqiAqRew5?si=rQBEFANiQqOBGxDU91srig   dieng yang saya buat sendiri, jutaan kali saya mengucap syukur atas hidup seperti ini yang di berikan tuhan dan berani saya jalani, hampir 2 minggu di tanijiwo @tanijiwo https://instagram.com/tanijiwo?utm_medium=copy_link  untuk menguatkan *morning rutin, *build blog, dan *grounding saya merasa hal semacam ini harus menjadi habit di *based city bukan hanya di lakukan saat *nomaden seperti ini.  Saya suka kepribadian saya ketika traveling ketika jatuh cinta dengan sesuatu dan cara merawat nya, dengan seseorang dan cara memperlakukan nya, saya merasa menjadi terbaik ketika di antah berantah. Jam 8 pagi waktu WIB di pertigaan kedua setelah Dieng Plateau menunggu bis untuk ke Wonosobo dan masuk ke desa Tambi kebun teh, kurang lebih 1 jam perjalanan dengan bis 5 rb rupiah dan *hitchhiking de...

Belajar menjiwai pilihan diri sendiri dari kedai kopi berkonsep slow bar

     Weekend kedua di Desember sedikit di habiskan di salah satu kedai kopi berkonsep slowbar bernama pitutur   https://www.instagram.com/pituturkopi/   bersama 2 manusia yang baru saja tertipu harga gudeg, yang satu bernama Adit https://www.instagram.com/adietyaerfan/   selain kopi trip, berfoto di jalan Malioboro menjadi tujuannya ke Jogja, satu lagi perempuan yang ketika tulisan ini di buat dia sedang di sebelah saya dengan dosennya membahas skripsi, perempuan yang kemarin berinstagram lagi setelah sempat memutuskan untuk tidak berinstagram, Aulia https://www.instagram.com/avliaaz/   beruntunglah kalian yang bisa klik link tersebut, karna denger denger dalam waktu dekat akan tidak berinstagram lagi.      "ketika kita sediakan hal hal yang mengubah tujuan orang orang datang untuk mendeveloping si kopi, itu membuat kita senang" begitu yang saya simpulkan ketika saya bertanya kenapa mas Ponco pada akhirnya memilih slow bar sebagai kon...

backpacker ke bajo super murah dan ga usah nunggu kaya

2019 lalu sempat berkunjung ke NTT di paksa Yudis si pemilik nama instagram @kopipahit niatnya sendiri,tetapi Gian abangnya yudis kemudian bergabung, terbentuklah trio kami yang tidak perlu di beri nama saya tau sudah keren , perjalanan perdana tanpa rencana, berbekal kertas masing masing yang bernilai tidak genap sejuta, 900 pun tidak yakin, 700 ribu pun mengclaim nya saya tidak percaya diri, dengan masing masing carier yang jika di timbang beratnya melebihi dosa kami, tapi tidak lebih berat dari niat kami yang mau menginjakkan kaki di pulau padar, berenang di pink beach, lalu berburu salah satu keajaiban dunia yang tidak lain dan tidak bukan adalah Komodo. Perjalanan saya dan Gian berawal dari Banjarmasin, kami harus menyusul Yudis terlebih dulu di Surabaya yang sedang backpackeran berbulan bulan di kota orang, dari Banjarmasin menggunakan kapal ke Surabaya, untuk tiket kapalnya sendiri sekitar 280 ribu, jika sedang beruntung terkadang kami dapat harga tiket 100 ribu, dengan cara...