Langsung ke konten utama

Postingan

Reflektif ngaji filsafat Dr. Fahruddin Faiz ; Osho~Cinta 7 februari 2024 masjid jenderal sudirman Yogyakarta

    E veryone deserve love no rush. No run. Menimbang nimbang semua dengan seksama, pelan pelan, berkeputusan secara sadar, memakai intuitif, berbicara ke dalam dan debat diri, memperbanyak berdiam, membicarakan nya pada diri apa yang di ingini, dan tidak membiarkan intervensi luar mendominasi.     S emua orang berhak memilih cinta dalam aman dan nyaman, tidak dengan Ancaman dan ketakutan atas apapun itu, tidak dalam khawatir khawatir yang menyelinap menjadi sebuah bentuk penyerahan diri pada yang sudah tersedia dan mengeluarkan kalimat “dari pada tidak ada”      Everyone deserve love yang membuat nya merasa berjalan saja itu tidak pernah menjadi masalah, tak perlu semua di libas sekarang, everyone deserve love yang menjadikan kata berproses menjadi teman baik dan dengan sadar memilih berproses padahal iya bisa menyingkat waktu dan memilih jalan singkat, tapi tidak, love is longterm.     P erjalanan Yogyakarta di februari 2024 mengantarkan pa...

Francois poullain de la barre pastor sekaligus filsuf, ia menyatakan ; bahwa pikiran tidak berjenis kelamin

  Sebelum masuk ke paragraf yang saya setujui, saya ingin mendobrak konotasi dari kata “liar”. Liar yang kita pahami lalu mengakar di kepala ialah tak terkendali mengarah ke hal negatif dan redaksi redaksi merendahkan lainnya. Liar tak sesingkat itu, makna liar ialah kebersatuan dengan alam, menjalani kehidupan secara alami, mengikuti irama kehidupan dan aspirasi aspirasi yang terdalam. Hewan liar, ia bebas, tak bisa di tundukan, tak bisa di kendalikan, menolak di jinakan. Ia mengikuti dan mendeteksi alam tempatnya hidup, ia berjalan gagah sesuai mau dan kebutuhannya, tetapi ia paham peran. Serigala betina contohnya, ia penyayang dan pelindung, ia mencurahkan kasih sayang penuh kepada anak anak nya dan tidak membiarkan apapun melukai mereka, menjadi pasangan pun serigala betina setia tanpa bergantung, ia mampu melindungi diri sendiri, anak anak dan kelompoknya, serigala betina berintuitif, melindungi tapi tidak overprotective, mendorong anaknya mandiri, melatihnya untuk menghadapi ...

Ku Namai Ia Alor

  Ia ku namai Alor , anak ku yang pertama, ku labeli anak pertama karna aku berniat memiliki yang kedua ketiga ke empat dan seterusnya. Ini tahun ke tiga nya, di umur nya yang ini, banyak yang ia saksikan, pertemuan, perpisahan, tangisan, patahan hati, sambung kembali, tak datang lagi, banyak yang sudah iya saksikan. Di sore teduh Alor bercerita, cerita nya kurang lebih seperti ini ; Aku menyaksikan 1 petualang berumur hampir 30 tahun, ia wanita, tak banyak yang seperti nya, pemakluman nya tinggi, sangat bisa di lihat banyak yang ia pelajari, banyak yang ia tahu, empati menjadi bagian diri nya selain darah tulang oksigen dan foto instagram, 20 hari lama nya ia berdiam di bawah ku (terang Alor) aku tau Cyntia senang hadirnya, tapi ia paham betul makna sementara, suatu sore (juga) ku saksikan mereka berdua dengan penerangan redup menyantap makan malam yang padahal belum malam, di pertengahan makan obrolan dalam mendominasi seolah lebih lezat dari makanan yang di hadapi. Mereka beradu...

Sepotong Donat Lemon Di Lemari Makan Ibu

Love is longterm, ia tidak bisa di dapatkan dengan cara instan apapun, dalam skinship skinship dan berharap be close emotionally tanpa build emotionally itu sendiri. Ia tidak bisa di dapatkan dalam konsep konsep pernikahan semalam tanpa proses panjang genuinly. Ia tidak bisa di ikat dan mengeluarkan kalimat putus asa “agar tak kemana mana”.     Love is longterm ia tidak bisa di dapatkan dalam one night stand manapun apapun siapapun. Love is longterm, ia proses, ia juga serangkaian proses dalam keadaan tidak di rencanakan. Love is longterm, ia tidak bisa di tipu dengan mengasihi tapi mengendalikan, atau mengasihi tapi mengontrol, ia hanya berhenti di mengasihi saja, tanpa pamrih apa apa. Love is longterm, ia memihak tulus memberi saja tanpa niat niat “ku beri ia, agar ia beri aku cinta”. Love is longterm, ia minta di pupuk, akar nya, batang nya, daun daun nya, bunga nya, lalu ia kokoh, lalu ia lama. Love is longterm, tidak ada cara instan apapun mendapatkan nya. Pagi Gloomy 13 ...

Menulis hanya untuk orang orang yang berani

Dasar nya, semua orang ialah penulis, entah menulis karna suka, atau menulis karna butuh. Bagi saya menulis juga berarti telanjang, siap pemikiran nya di ketahui, di obrak abrik dan tidak takut di nilai. Saya sendiri setuju dengan el saadawi (aktivis kesetaraan gender Mesir) katanya, bebas juga berani menerima segala macam reaksi !

Kolonialisme dan konsep konsep pengasingan di Indonesia tidak mengerti hubungan vertikal horizontal, salib, dan habluminallah habluminannas

  Pengasingan yang bertujuan agar menekan laju pergerakan ide dan gagasan terhadap mereka mereka yang di anggap berpengaruh dan mengancam sangat marak di lakukan di zaman kolonialisme maupun setelah nya. Mereka yang di asingkan ke pulau terpencil, di jauhkan dari keramaian ingar, tujuan nya agar menghambat pergerakan yang di nilai mengancam bagi negara ataupun bagi sebagian nya, alih alih mengendalikan laju pergerakan ide lalu gagasan, mereka yang di asingkan ini seolah semakin terpupuk, terbakar dan menjadi jadi dalam melaksanakan tujuan nya, itu mengapa selalu ada karya besar hasil dari pengasingan seperti buku fenomenal yang di terjemahkan hampir ke seluruh bahasa di dunia. Lalu. Buku buku yang tetap relevan hingga saat ini walau berpuluh tahun lalu lamanya. Sampai ideologi hasil buah pikiran setelah di pengasingan. Mestinya di pahami, jika semakin hilang hubungan horizontal dan habluminannas, maka semakin kuat juga vertikal dan habluminallah nya, semakin menipis atau berkurang ...

Senin tak selalu kacau, kadang bangsat kadang hangat

  Dulu, di 2020 ish, ada 1 teman jabodetabek tetapi tidak bersifat jabodetabek (tafsirkan sendiri) kami berteman baik, cara dia menyambut aku dan teman ku yang masih hijau di dunia itu sangat amat hangat. Namanya Ijal ! Di 2023 Ijal sudah di surga, alam lain, arash, manapun, aku yakin ia damai, ia sedang menuai sikap baik nya, lalu, aku berteman dekat dengat orang yang di sayang Ijal.  Atas dunia dan remahan tidak ramahnya, aku masih “belum” lelah. Aku. Punya mereka mereka yang kapanpun aku datang, selalu di buka kan pintunya, sebaliknya pun !

Mari Hidupkan Hidup 🌿

  Akhir akhir ini aku sedikit menang, dan akhir akhir ini hujan sering turun, aku tak berteduh apalagi menghindari nya, dengan sengaja tetap di bawah langit agar hujan sempurna mengenal ku. Kiri kanan manusia manusia memakai jas hujan. Beberapa berteduh, berdiam lama di teras teras toko, jalanan luang, aku sesuka ku berjalan pelan, agar tak sampai sampai rumah, itu mengapa ku sebut aku menang. Aku tak perlu mengumpat tentang polusi, tentang mengapa angkutan umum tak berhenti di depan komplek ku, tentang dosen yang tak masuk siang itu, tentang riuh biak asap asap kebakaran hutan yang kini sudah sibuk saja alat berat berlomba membangun beton di atas nya. Sombong. Oksigen di bunuh, hidup di runtuh. Tapi. Tetap. Seperti biasa, banyak yang mengadu,  pesan berdatangan, sesekali Gian sahabat ku berkirim kabar demotivasi, Eli yang rutin mengirim pamplet pembela wanita, Agus di pagi hari mengirim link youtube politik sepeda, Adhia yang bercerita ingin memberi buku untuk orang baru nya,...

Mata kuliah ; HIDROKLIMATOLOGI (bahas bahas penyebab krisis iklim. Lalu pulang. Jangan lupa sumbang emisi)

  Ah sial, hari ini aku hidup lagi Jika tidak kan, aku bisa pergi ke pantai Ah sial, hari ini mata kuliah hidroklimatologi Bahas perubahan iklim, tapi berangkat ke kampus menyumbang emisi Ah sial, pagi ini tak ada oksigen Karna kemarin dengan sombong pohon di ganti beton SIAL !!!! aku di paksa hidup Di paksa mandi lumpur Berbaju rapi Pergi ke perguruan tinggi Mencatat materi Katanya emisi karbon sedang tinggi Tapi si kami pulang menghasilkan emisi  Sial, aku di jinakan Di paksa duduk mendengarkan Sial !

Catatan awal hujan

Tetap dengan prinsip mu                                                     akan ada yang suka warna mu Lalu….. setelah lama (bagiku) hujan menyambangi kota, giat ku buat nazar ku, tak menghindari nya, berteduh, apalagi tak merayakannya……. Kuyup sore menjelang malam kami bertiga berlarian di bawahnya, sesekali tiduran, duduk diam memejamkan mata, ataupun menengadah agar muka ini sempurna terguyur hujan. M A G I S ! Lalu beberapa hari setelahnya berkesempatan mengantar teman baik ku menegosiasikan apa yang terjadi di hidupnya. Di perjalanan menemaninya album baru Kunto Aji https://spotify.link/5C1yyxhYRDb  yang kurang ajar itu menemaniku, bekal salad yang baru ku buat itu juga salah satu saksi ku.