Langsung ke konten utama

I got more than surfing scar and beautiful sunburn

 Selain sudah mendapatkan luka lebam surfing dan sunburn parah tapi tetap cute, saya juga sudah mendapatkan jika ternyata tenang di tambah praying adalah 2 combo pemecah masalah no 1.


   Selalu bertemu tidak sengaja dengan perempuan ini  https://instagram.com/srisumarnis?utm_medium=copy_link  tidak pernah berencana untuk bertemu karna mungkin kita berdua sadar manusia adalah pembuat rencana yang buruk, karna tujuan yang sama kami berkesempatan sedikit explore lombok tengah sampai lombok timur, di bagian ini terbentuk sunburn di punggung, bekas bekas fisik dari traveling selalu saya banggakan dan abadikan di galeri, sebelum ini di pantai selong belanak lombok tengah saya mendapatkan lebam di paha karna surfing.

   Seperti biasa konsep yang saya usung jangan berencana dan jangan menolak apa yang datang, di pertemukan dengan sponsor journey bernama Reza https://instagram.com/rezahdytll?utm_medium=copy_link  yang di kenalkan oleh teman based city saya Akbar  https://instagram.com/akbarraulia?utm_medium=copy_link   dari Reza saya kenal pak Jofan, teacher of surf, pak Jofan yang lebih yakin dari pada saya jika saya bisa surfing “besok pagi jam 9 surfing ya” wah kacau ni bapa and I got this.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

      Pula, aku terima sambil tersenyum, sambil terenyuh, sambil tersungkur. Ungkapan gemah ripah loh jinawi sekarang hanya suduran. Gemah ripah loh jinawi dimuseumkan, hanya kekal pada kepala kepala Belanda. Hijau hari ini artinya busuk, biru hari ini bukan laut, ia takut. Tuhan, tangan mu buntung di bumi pertiwi, diganti nafas nafas gantung “Nus….. aku kesini untuk belajar, bukan jatuh cinta. Di negeri-mu, kau suka pilih esok apa yang mau kau kenakan. Syal warna apa untuk musim dingin mu, sepatu apa untuk musim panas mu. Di negeriku Nus….. ku lahap 1 buku sehari pun tak selesaikan soal, para manusia, para remaja seumur aku harus merupa nabi, sekali lagi Nus, aku disini bukan untuk jatuh cinta, bukan untuk membersamai agenda belanja menu masak harian mu…..”      Mada kembali pada solusi nihil nya, run off dimana mana, bukti hujan tak mengalir begitu saja pada saluran saluran, bukti hujan tak ditelan tanah hutan. Ia terhalang cor cor an. Mada memulai dengan...

Aku tuhan, aku ingin berjalan dengan kaos dan rok ku, tak beralas kaki tak merias diri. Aku tuhan berjalan dengan martabat

       Mimpi yang ini umurnya sudah 3 tahun, selama 3 tahun pula ia ku genggam, kadang, malam malam tertentu mimpi ku yang ini memanggil, katanya ; “lihat Cyn, aku masih di sini” ia tak pernah lari, ia mengikuti di belakang, selama itu pula tak ada momen ku beri perhatian lebih untuk mimpi ku yang satu ini. Tapi ternyata rencana tuhan lain, di 3 tahun ini aku diberi tapak tapak modal agar pantas mengenyam satu mimpi itu, aku didekatkan sepenuhnya pada ruang yang hanya peduli apa yang kita katakan dan pikirkan, alih alih apa yang kita kenakan, ruang tempat isi kepala bertengkar dan tetap saling topang, ruang yang juga membuat sadar, jika kita semua anica, dari sana membagi hanya yang baik baik muncul, kita tak punya waktu banyak, para kita manusia ini tak punya waktu banyak, kita pergi dan datang sendiri sendiri, dan akan sangat merugikan jika diwaktu tersebut kita menyinggahkan yang buruk. Di kehidupan kali ini, juga harus selesai kali ini.     Jam menunjuk...

Dewata ; Bagian Sanur

                Ibu yang asing di tanahnya sendiri               Bayam yang ia tanam bertumbuh duri               Rongrongan semilir angin angin bukit turun membelai lewat sela jerami               Sekat mana lagi yang harus kita peduli ?